Tampilkan postingan dengan label Kriminalitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminalitas. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juli 2017

Astagfirullah, Tak Naik Kelas, Bocah Ini Nekat Pukul Gurunya Pakai Kursi Sampai Benjo

Peristiwa kriminal kembali mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Dimana seorang bocah siswa SMA Negeri 1 Kubu Raya, EY (16) dilaporkan ke polisi oleh gurunya sendiri Puji Rahayu (34).
EY dilaporkan karena diduga menganiaya sang guru seusai pembagian rapot kenaikan kelas, Sabtu (17/6/2017).


Kaur Litprodok Bid Humas Polda Kalbar, AKP Cucu Safiyuddin mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari pembagian rapot kenaikan kelas. Pelaku beranggapan, nilai yang diberikan guru berstatus honorer tersebut kurang atau tidak semestinya, sehingga menyebabkan pelaku tidak naik kelas.
“Bocah itu menjadi emosi karena salah satu nilai mata pelajarannya kurang dan melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan kursi yang terbuat dari kayu,” kata Cucu, Selasa (20/6/2017).
Tak hanya memukul dengan kursi, pelaku juga meninju gurunya menggunakan tangan sebelah kanan ke arah kening dan kepala bagian belakang korban, sehingga korban kesakitan.

“Usai kejadian, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor Kubu,” ungkap Cucu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi kemudian mengamankan pelaku. Polisi juga mengamankan barang bukti di antaranya satu lembar baju batik warna merah lengan panjang tanpa merk, satu buah kursi kayu warna coklat dalam kondisi tanpa sandaran.
Atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP.
Sumber:kabarmakkah.com

Selasa, 06 Juni 2017

Kalau Polisi Terlambat, Dua Pemuda Ini Dipastikan Ketemu Malaikat dengan Cara Mengerikan…

Kalau Polisi Terlambat, Dua Pemuda Ini Dipastikan Ketemu Malaikat dengan Cara Mengerikan…
Dua pemuda ini, AS (21) dan CM (19), sudah terkapar. Warga yang emosi lalu menyiramkan bensin. Api pun disulut, keduanya akan dibakar hidup-hidup, lalu…Untungnya polisi cepat datang ke lokasi. Jika terlambat sedikit saja, dua penjambret ini dipastikan ketemu malaikat dengan cara yang mengerikan.Peristiwa ini terjadi Jalan Anggrek, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia. Informasi yang dihimpun medansatu.com, Sabtu (25/3/2017), kedua tersangka merupakan warga Jalan Karya VII, Gang Prasejahtera, Kecamatan Sunggal


Mereka sekarat dibonyoki warga usai tertangkap karena menjambret HP milik korban Sameris Sitanggang (23), warga Jalan Anggrek II, Perumnas Helvetia.Kejadian tersebut berawal saat korban menunggu Go-Jek. Tiba-tiba saja kedua tersangka yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Soul Nopol BK 3273 PAG mendekati korban dari arah sebelah kiri lalu dengan cepat merampas HP milik korban.Tak terima HP miliknya dijambret, korban seketika berteriak ‘rampok’ sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Tanpa ampun, keduanya lalu dipukuli hingga terkapar. “Tiba-tiba keduanya langsung merampas HP saya,” kata Sameris Sitanggang.
Petugas Polsek Medan Helvetia yang menerima informasi tersebut langsung mengamankan kedua tersangka dari amukan warga.“Kedua tersangka telah diamankan bersama barang bukti sepeda motor yang mereka gunakan. Korban juga telah membuat laporan dan sedang dimintai keterangan,” kata Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Hendra Eko Triyulianto SIK SH. (jh siahaan)
(merdekasiana.com)

Sabtu, 03 Juni 2017

ABG Ini Datangi Kantor Polisi dalam Kondisi Tanpa Celana, Ini yang Baru Saja Dialami

ABG Ini Datangi Kantor Polisi dalam Kondisi Tanpa Celana, Ini yang Baru Saja Dialami
Melati (16), korban kekerasan seksual rela datang ke Mapolres Lembata dalam keadaan setengah telanjang.
Korban yang baru saja lulus dari SMP Negeri I Lewoleba itu datang ke kantor polisi hanya mengenakan baju tanpa celana. Hal itu diungkapkan Melati saat ditemui Pos Kupang di Mapolres Lembata, Kamis (18/5/2017).
Saat itu, Melati sedang beristirahat setelah memberikan keterangan kepada penyidik, tentang kasus yang menimpanya.
Saat itu korban didampingi ayah dan ibundanya, serta Titin, temannya.
Kepada Pos Kupang, Melati menuturkan, pada Selasa (16/5/2017), dirinya bersama Titin sempat pesiar dengan sepeda motor yang dikendarai Jakson.

Setelah mengantar Titin, dirinya lantas dibawa Jakson ke arah Ile Ape.
Saat itu hari sudah gelap.
Saat tiba di hutan, Jakson menghentikan kendaraan.
Karena itu, lanjut Melati, dirinya turun dari sepeda motor tersebut.
aat itu Jakson lantas memperlakukannya secara tidak senonoh.
Jakson menganiayanya kemudian secara paksa membuka celana yang dikenakannya.
Setelah pakaiannya dibuka paksa, tutur Melati, pelaku lantas membuangnya kemudian berusaha memperkosa dirinya.
Pada saat itulah ia berusaha melawan hingga akhirnya ia lari dari dalam hutan menuju jalan raya.
Saat tiba di pinggir jalan, lanjut dia, ia sempat meminta tolong.
Namun beberapa pengendara sepeda motor tidak menolongnya hingga akhirnya datang tukang ojek, Kristo Doni Kopong datang membantu.
"Waktu saya naik motor (sepeda motor, Red) itu, saya tidak pakai pakaian (celana, Red). Tapi saya nekad saja, karena saya takut," ujar Melati berlinang air mata.
Dari tempat kejadian perkara itulah dirinya menumpang sepeda motor hingga di kantor polisi.
Sepanjang jalan korban dalam keadaan setengah telanjang.
Korban hanya mengenakan baju.
Hal itu dibenarkan penyidik Polres Lembata.
"Benar, saat tiba di kantor polisi, korban hanya mengenakan baju. Saat itu, polisi langsung menutupi tubuh korban dengan jaket," ujar seorang saksi mata yang tak mau dituliskan namanya.