Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juli 2017

Astagfirullah !! 26 Dosa Istri Terhadap Suami & 32 Dosa Suami kepada Istri .. Yang Jarang Kita Sadari ...



Terkadang Sebagai seorang Istri seringkali Merasa sudah Cukup dalam menjadi Pakain sang Suami. Namun beberapa hal tidak kita sadari, ternyata hal-hal Kecil kerap menjadi alasan seorang Istri durhaka atau akan berdosa kepada suaminya.

Bila  suami dan istri telah menunaikan kewajibannya dan sempurna sesuai dengan kesanggupannya, maka kebahagiaan dan kegembiraan akan terwujud di dalamnya, problematika kehiudpan akan hilang atau paling tidak berkurang. Kondisi seperti ini sangat berpengaruh kepada kebaikan keluarga dan kekuatan umat.

26 Inilah Dosa Istri Kepada Suami
  1. berlebihan dan menuntut kesempurnaan
  2. kurang mempercantikkan diri di hadapan suami
  3. kurang memperhatikan orang tua suami
  4. menyebarkan masalah rumahtangga kepada orang lain
  5. kurang memperhatikan posisi dan status sosial suami
  6. membebani suami dengan banyak tuntutan
  7. mengungkit ungkit kebaikan kepada suami
  8. banyak berkeluh kesah dan kurang bersyukur
  9. memasukkan orang yang tidak diizinkan suami ke dalam rumahnya
  10. kurang membantu suami dalam kebajikan dan ketakwaan
  11. bersikap nusyuz terhadap suami
  12. membuat suami risau dengan banyak menjalin hubungan
  13. lalai dalam melayani suami
  14. menolak ajakan suami berhubungan badan
  15. menaati suami dalam kemaksiatan kepada Allah swt
  16. buruknya perilaku isteri bila suamiberpoligami
  17. keluar dari rumah tanpa izin suami
  18. isteri yang ikhtilah dan tabarruj di hadapan kaum laki-laki
  19. cemburu berlebihan terhadap suami
  20. kurang perhatian terhadap keadaan dan perasaan suami
  21. lalai dalam mendidik anak-anak
  22. isteri mendeskripsikan seorang perempuan kepada suami
  23. menyebarluaskan rahsia tempat tidur
  24. kurang setia terhadap suami
  25. menggugat kepimpinan suami
  26. kurangnya ketakwaan kepada Allah setelah berpisah dari suami
32 Dosa Suami Kepada Istri


  1. Lalai Berbakti kepada orang tua setelah menikah
  2. Ragu dan buruk sangka kepada istri
  3. Kurang serius dalam mengharmonisasikan antara istri dan orang tua
  4. Meremehkan kedudukan istri
  5. Kurang memiliki sikap cemburu terhadap istri
  6. Memakan Harta istri secara batil
  7. Melepaskan kendali kepemimpinan dan  menyerahkannya kepada istri
  8. Bersikap pelit terhadap istri
  9. Tidak bersikap Adil antara beberapa istri
  10. Kurang semangat dalam mengajari istri ajaran-ajaran agamanya
  11. Kurang berterima kasih dan memotivasi istri
  12. Interaksi yang buruk dengan istri
  13. Kesalahan tujuan p0ligami
  14. Tidak menganggap penting berdandan untuk istri
  15. Datang secara tiba-tiba setelah lama pergi
  16. Banyak mencela dan mengkritik istri
  17. Sering berada di luar rumah dan jarang bercengkrama dengan keluarga
  18. Tidak mengetahui kondisi biologis perempuan
  19. Kurang memperhatikan Etika, Hikmah dan Hukum hubungan badan
  20. Banyak bersengketa dengan istri
  21. Lama memutus hubungan dan meninggalkan istri tanpa sebab yang jelas
  22. Menyebarkan rahasia ranjang
  23. Mengg4uli istri pada duburnya
  24. Kurang perhatian terhadap Doa yang dituntun ketika menggauli istri
  25. Tidak mau mentalak, padahal sudah tdk mungkin ada perbaikan dan kecocokan
  26. Menggauli istri ketika h4id
  27. Kurang puas dan selalu melirik perempuan lain
  28. Memukul istri tanpa alasan
  29. Terburu-buru dalam urusan Talak
  30. Mencela istri setelah berpisah dengannya
  31. Menelantarkan anak-anak setelah mentalak istri
  32. Kurang setia terhadap istri
Begitulah, Semoga tulisan ini bermanfaat.....
(Sumber: Viralsekarang.com)

Selasa, 06 Juni 2017

Kapolda Pembela Islam & Pembela Habib Rizieq ini Akhirnya Dimutasi, Umat Islam Kehilangan

Kapolda Pembela Islam & Pembela Habib Rizieq ini Akhirnya Dimutasi, Umat Islam Kehilangan
Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Rycko Amelza Dahniel akhirnya diganti oleh Irjen Paulus Waterpau.

Rotasi dan mutasi jabatan terjadi di tubuh Polri sesuai dengan Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1408/VI/2017 tanggal 2 Juni 2017. Dalam telegram tersebut ada 109 pejabat di tubuh Polri yang dimutasi.

Selanjutnya Irjen Rycko Amelza Dahniel bakal menjadi Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol).

Walau hanya 9 bulan menjabat Kapolda Sumut, tapi Umat Islam Sumut sangat terkesan dan kagum dengan kepemimpinan dan keadilan Pak Rycko Amelza Dahniel.

Hal yang paling berkesan adalah saat Kapolda Sumut ikut memberi sambutan dalam Aksi Bela Islam di Medan Sumut yang juga dihadiri Habib Rizieq Shihab pada 28 Desember 2016.

Bagaimana sambutan dan penghormatan Kapolda Sumut pada Habib Rizieq. Saat itu dalam sambutannya Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan Habib Rizieq adalah Imam Besar Umat Muslim Indonesia. (lihat video di bawah)

Atas mutasinya ke tempat baru, Umat Islam Sumut menyampaikan penghormatan:

Dear Bapak Rycko
Hanya 9 bulan engkau bersama kami
Walau sebentar, tapi begitu berkesan dan membekas di hati kami
Engkau begitu sabar dan telaten mendengarkan kami
Engkau teguh memegang amanah dan kepercayaan ummat

Tidak pernah ada kerusuhan selama engkau menjabat
Kami pun menghormatimu hingga tak pernah kami ayal berseberangan
Karena engkai bisa tegak di atas keadilan

Semoga bapak dapat lebih sukses lagi kelak
Dan tetaplah dekat dengan Allah agar hidup kita selamat

Kami yakin, HATIMU BERSAMA KAMI

3 Juni 2017

@UmatIslamSumut


Beriktu video Mengenang kembali ....
Sambutan dari Kapolda Sumut Rycko Amelza Dahniel saat Aksi Bela Islam Konsolidasi Nasional #Spirit212 "Menyongsong Kebangkitan Islam" hari Rabu (28/12/2016) di Masjid Agung Medan.

Semoga beliau kelak Jadi KAPOLRI. Yang cinta Umat, cinta Ulama, cinta Rakyat.

Berikut ini Videonya:

Kapolda Pembela Islam & Pembela Habib Rizieq ini Akhirnya Dimutasi, Umat Islam Kehilangan

Minggu, 04 Juni 2017

Pemuda Ini Putuskan Masuk Islam Karena Sering Dengar Ceramah Aa Gym

Pemuda Ini Putuskan Masuk Islam Karena Sering Dengar Ceramah Aa Gym
Kamis, (9/3/2017) bacaan dua kalimah syahadat memecah kesunyian di Masjid Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Dengan dipimpin oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA, salah seorang pemuda berikrar dengan segenap hatinya memutuskan untuk memeluk Islam.
Pemuda yang berusia 28 tahun itu bernama Erick Marulam Parsaoran Siregar, pemuda Batak asal Sumatera Utara yang hatinya tergerak untuk masuk Islam.
Nama Erick kini berganti menjadi Erick Amrullah Siregar, nama yang ditambahkan oleh Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr. Tgk Hasanuddin Yusuf Adan, MCL. MA itu didapatkan Erick sesaat setelah dirinya resmi menjadi seorang Muslim.
“Inilah nama yang kami berikan, jika ada nama lain yang lebih bagus boleh di ganti lagi, yang penting nama tersebut bercirikan Islam,” kata Tgk Hasanuddin.
Ada satu hal yang menarik tentang penyebab yang mengantarkan Erick pada keislamannya. Erick mengatakan kebiasaannya saat dengar ceramah Aa Gym alias KH. Abdullah Gymnastiar adalah salah salah satu jembatan penghubung dirinya dengan agama Islam.
Menurut Erick, kelembutan ceramah Aa Gym membuatnya kagum dan tersentuh. Terlebih kebiasaan diskusi-diskusi yang sering ia lakukan di warung kopi bersama dengan temannya yang muslim selama di Aceh semakin memantapkan hatinya pada Islam.
Dan dalam waktu dekat ini, Erick akan mempersunting gadis Aceh yang juga Muslim. Namun Erick menjelaskan bahwa pujaan hatinya itu bukanlah semata-mata alasan dirinya memeluk Islam.
“Dan saya masuk Islam ini bukanlah semata-mata karena ingin menikah dengan gadis Islam, tetapi dikarenakan agama Islam ini sudah membekas di hati saya. Dan mudah-mudahan ini agama saya yang terakhir yang akan membimbing saya ke syurga,” tandas Erick, sebagaimana dilansir Hidayatullah, Jumat (10/3/2017).
Tgk Hasanuddin juga menyampaikan pesannya kepada Erick, ia menjelaskan bahwa seorang muallaf (orang yang baru masuk Islam) sudah seharusnya mempelajari kembali ketentuan-ketentuan yang sudah digariskan dalam Islam. Dan yang terpenting yang harus diketahui bahwa Islam merupakan agama yang rahmatallil’alamin.
“Dewan Dakwah Aceh siap membantu 24 jam saudara baru kita yang muallaf ini, untuk membimbing dan mengajari semua hal terkait dengan Keislaman. Silahkan saja menghubungi kami jika memang diperlukan. Dengan demikian kehidupan kita akan terarah dan In Sha Allah akan bahagia di dunia dan akhirat serta akan masuk syurga,” ungkap Tgk Hasanuddin yang merupakan Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UIN Ar-Raniry.
Erick Amrullah Siregar juga mendapatkan Al-Quran terjemahan dan bingkisan sebagai salah satu bekalnya memulai kehidupan barunya sebagai Muslim. [Islampos.com]

Sabtu, 03 Juni 2017

Astagfirullah. Tradisi Tukar Uang Saat Lebaran. Dosanya Lebih Besar Daripada Bermaksiat

Astagfirullah. Tradisi Tukar Uang Saat Lebaran. Dosanya Lebih Besar Daripada Bermaksiat
Dan Allah mengingatkan kepada orang yang beriman, agar setiap kali terjadi benturan antara aturan syariat dengan tradisi, mereka harus mengedepankan aturan syariat.
Allah berfirman,

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. an-Nisa: 65).

Dalam ilmu hukum, kita diajarkan, jika hukum yang lebih rendah bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi, maka hukum yang lebih tinggi harus dikedepankan.

Hukum syariat datang dari Allah, sementara hukum tradisi buatan manusia. Secara usia, di tempat kita, hukum syariat lebih tua, dia ditetapkan 14 abad silam. Sementara tradisi, umumnya datang jauh setelah itu.
Secara hierarki, hukum syariat jauh lebih tinggi. Karena Allah yang menetapkan.


Karena itulah, tradisi yang melanggar syariat, tidak boleh dipertahankan. Sekalipun itu tradisi pribumi.

Tukar-menukar Uang
Dikutip dari konsultasisyariah, bahwa dalam kajian ekonomi islam, kita diperkenalkan dengan istilah barang ribawi (ashnaf ribawiyah). Dan barang ribawi itu ada 6: emas, perak, gandum halus, gandum kasar, kurma, dan garam.

Keenam benda ribawi ini disebutkan dalam hadis dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

“Jika emas dibarter dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum bur (gandum halus) ditukar dengan gandum bur, gandum syair (kasar) ditukar dengan gandum syair, korma ditukar dengan korma, garam dibarter dengan garam, maka takarannya harus sama dan tunai. Jika benda yang dibarterkan berbeda maka takarannya boleh sesuka hati kalian asalkan tunai” (HR. Muslim 4147).

Dalam riwayat lain, Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ يَدًا بِيَدٍ فَمَنْ زَادَ أَوِ اسْتَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى الآخِذُ وَالْمُعْطِى فِيهِ سَوَاءٌ

“Jika emas ditukar dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum ditukar dengan gandum, sya’ir (gandum kasar) ditukar dengan sya’ir, kurma ditukar dengan kurma, dan garam ditukar dengan garam, takaran atau timbangan harus sama dan dibayar tunai. Siapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah melakukan transaksi riba. Baik yang mengambil maupun yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” (HR. Ahmad 11466 & Muslim 4148)

Juga disebutkan dalam riwayat dari Ma’mar bi Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,

«الطَّعَامُ بِالطَّعَامِ مِثْلاً بِمِثْلٍ ». قَالَ وَكَانَ طَعَامُنَا يَوْمَئِذٍ الشَّعِيرَ.

“Jika makanan dibarter dengan makanan maka takarannya harus sama”. Ma’mar mengatakan,
“Makanan pokok kami di masa itu adalah gandum syair” (HR. Muslim 4164).

Berdasarkan hadis di atas,
Dari keenam benda ribawi di atas, ulama sepakat, barang ribawi dibagi 2 kelompok:

1. Kelompok Pertama
Emas dan Perak. Diqiyaskan dengan kelomok pertama adalah mata uang dan semua alat tukar. Seperti uang kartal di zaman kita.

2. Kelompok Kedua
Bur, Sya’ir, Kurma, & Garam. Diqiyaskan dengan kelompok kedua adalah semua bahan makanan yang bisa disimpan (al-qut al-muddakhar). Seperti beras, jagung, atau thiwul.

Aturan Baku yang Berlaku
Dari hadis di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ketentuan

Pertama
Jika tukar menukar itu dilakukan untuk barang yang sejenis,
Ada 2 syarat yang harus dipenuhi, wajib sama dan tunai. Misalnya: emas dengan emas, perak dengan perak, rupiah dengan rupiah, atau kurma jenis A dengan kurma jenis B, dst. dalam hadis di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, harus 
takarannya harus sama, ukurannya sama dan dari tangan ke tangan (tunai).

مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ

Dan jika dalam transaksi itu ada kelebihan, statusnya riba. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan,

فَمَنْ زَادَ أَوِ اسْتَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى الآخِذُ وَالْمُعْطِى فِيهِ سَوَاءٌ

“Siapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah melakukan transaksi riba. Baik yang mengambil maupun yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.”

Kedua
Jika barter dilakukan antar barang yang berbeda, namun masih satu kelompok, syaratnya satu: wajib tunai. Misal: Emas dengan perak. Boleh beda berat, tapi wajib tunai. Termasuk rupiah dengan dolar. Sama-sama mata uang, tapi beda nilainya. Boleh dilakukan tapi harus tunai.

Dalam hadis di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, 
فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

Rabu, 10 Mei 2017

Wajib Baca !!! Waktu Shalat Masih Nanti-nanti? Awas Hidupmu Berantakan Sendiri Lho!

Shalat bukanlah sekadar ibadah rutin yang harus kita tunaikan setiap waktunya datang. Lebih dari itu, ia adalah sarana meringankan beban hidup kita, apapun bentuknya. Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, "Sungguh shalat itu merupakan sarana terbesar yang akan mengantarkan kita kepada kekokohan dan kemandirian pada sebuah persoalan."


Ungkapan ini tentu saja sangat jelas menunjukkan bahwa shalat adalah salah satu cara yang dipakai oleh seorang hamba untuk mengatasi masalah-masalah yang membelit hidupnya. Karena itu Rasulullah saw bersabda kepada Bilal, "Rehatkan kami dengan shalat, wahai Bilal."

Seperti pada kilasan kisah berikut ini, dimana jika sedang tertimpa masalah dan sulit untuk menemukan jalan keluar, maka sebelum jauh-jauh mencari solusi, maka perbaiki dulu shalat kita.


Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya.

Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam.

Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi.

Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh. Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan.

Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya, “Jadual sholatmu gimana?”

“Jadual sholat? Apa hubungannya?” saya keheranan.

“Sholat subuh jam berapa?” tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.

“Errr… Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa,” jawab saya.

“Sholat dhuhur jam berapa?”

“Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah…” jawab saya.

“Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?” ia terus mendesak.

“Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?” saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata, “Pantas jadual hidupmu berantakan.”

“Lhooo.. kok? Apa hubungannya?” saya tambah bingung.

“Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?” tanyanya lagi.

“Lha iya, makanya saya tadi cerita…,” saya menyahut.

“Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah,” jawabnya.

“Kok.. hubungannya apa?” saya makin penasaran.

“Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku…,” jawabnya.

Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget.